Bentuk Pertanggungjawaban dan Usaha Menjaga Kualitas Penelitian, LPPM IAIN Ponorogo Adakan Seminar Hasil Penelitian Berbasis SBK dan PKM Tahun Anggaran 2022

 

Dalam rangka menjaga kualitas hasil penelitian dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban peneliti, pada tanggal 5 – 7 Oktober 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo menyelenggarakan Seminar Hasil (Semhas) Penelitian Berbasis SBK dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2022. Acara ini diselenggarakan secara daring dengan menggunakan media Zoom. Masing-masing peneliti mempresentasikan laporan penelitiannya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia.

Pada acara pembukaan Seminar Hasil (Semhas) Penelitian Berbasis SBK dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan pada hari Rabu (5/10/2022), Rektor IAIN Ponorogo, Dr. Hj. Evi Muafiah, M. Ag., mengharapkan agar setiap peneliti melakukan penelitian dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan, sehingga nantinya menghasilkan sebuah penelitian yang bermutu. “Semoga dari waktu ke waktu penelitian yang dilakukan menjadi lebih baik agar mutu yang dihasilkan tetap terjaga”, pungkasnya. Sementara itu di kesempatan yang sama, Dr. Ahmadi, M.Ag., selaku Ketua LPPM IAIN Ponorogo memiliki harapan supaya penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan IAIN Ponorogo menjadi penelitian yang terekognisi.

 

Kegiatan semhas Penelitian dan PKM Tahun Anggaran 2022 ini diikuti oleh 39 peneliti yang terbagi ke dalam beberapa klaster. Setiap peneliti mempresentasikan hasil penelitiannya pada reviewer yang telah ditunjuk. Pemilihan reviewer untuk setiap judul penelitian sendiri didasarkan pada keahlian masing-masing reviewer. Hal ini dilakukan untuk menjaga objektifitas dan kedalaman review dan masukkan untuk peneliti. Pada pelaksanaannya, setiap judul penelitian di-review oleh dua orang reviewer. Nantinya masukan-masukan dari reviewer tersebut menajadi pedoman bagi peneliti dalam melakukan revisi sehingga menghasilkan sebuah hasil akhir yang berkualitas.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Penelitian dan PKM Tahun Anggaran 2002 ini berbasis pada Standar Biaya Masukan (SBK), yang lebih menitikberatkan pada kualitas isi penelitian dan output daripada proses penyusunan laporan keuangan seperti sebelum-sebelumnya. Dr. Andhita Desy Wulansari, M.Si., memiliki harapan agar dimulainya penelitian berbasis SBK di IAIN Ponorogo bisa membuat para peneliti lebih fokus dalam meningkatkan kualitas penelitiannya. “Dalam penelitian SBK sekarang ini perlu dilakukan perubahan mindset, dari yang awalnya penelitian berbasis proses kini menjadi berbasis output. Namun, tetap perlu adanya penyelarasan keduanya, sehingga didapatkan output yang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan”, ujar Kapuslitpen LPPM IAIN Ponorogo tersebut.

-Tim LPPM-

Leave a Reply

Your email address will not be published.