Site Loader
Jalan Pramuka no 156 Ponorogo

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPM IAIN Ponorogo, Isnatin Ulfa, mengikuti Workshop Penguatan Akademik dan Advokasi PSGA Berbasis Covid-19 yang diselenggarakan Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Diktis, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, 20-22 April 2021, di Hotel Harris Sentraland Semarang. Dalam kesempatan tersebut dihadiri pula Kepala PSGA dari PTKI seluruh Indonesia. Hadir Sebagai Narasumber: Farha Ciciek, Nurrofiah, Ishfah Abidal Aziz, dan Nur Hasyim.

Workshop tersebut digelar sebagai bentuk respon keprihatinan dan kepedulian dalam menyikapi isu gender di masa Pandemi. Ada empat isu yang diidentifikasi. Pertama, isu gender dan keluarga. Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) selama pandemi paling tidak telah berakibat pada over-burden yang harus ditanggung oleh perempuan; meningkatnya angka perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga; meningkatnya perkawinan anak-anak; dan meningkatnya angka kematian Ibu dan Anak.

Kedua, kerentanan perempuan dan anak mengalami kekerasan. Situasi pandemi turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka kekerasan berbasis gender dalam bentuk kekerasan domestik, kekerasan seksual, dan kekerasan berbasis online.

Ketiga, isu gender dan radikalisme. Perkembangan mutakhir terkait isu radikalisme dan terorisme menunjukkan adanya pergeseran peran perempuan dari aktor pendukung menjadi aktor utama, serta pelibatan anak-anak dalam aksi teror.

Keempat, perempuan sebagai ibu bumi. Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan berakibat bertambahnya beban perempuan dalam menjaga keseimbangan alam. Akibat lainnya adalah melemahnya ketahanan pangan yang menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan masa depan anak bangsa.

Workshop tersebut juga digelar sebagai bentuk upaya untuk meneguhkan peran PSGA di PTKI sehingga dapat terwujud iklim kampus yang responsif gender. Hal ini memang tengah menjadi konsen Kementerian Agama di tahun 2021 ini.

Dalam rangkaian kegiatan workshop tersebut juga digelar Deklarasi Rembang yang dilaksanakan di Makam Kartini, Bulu Rembang Jawa Tengah pada Rabu, 21 April 2021. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen PSGA PTKI untuk mewujudkan keadilan gender dan perlindungan anak. Deklarasi dirumuskan dan dibacakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Deklarasi dibacakan oleh Titik Rahmawati, Perwakilan PSGA UIN Walisongo Semarang. Deklarasi tersebut terdiri dari empat poin pernyataan:

  1. Kami berkomitmen menjadi pelopor untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia yang berkeadilan gender dan berbasis perlindungan anak.
  2. Kami bertekad untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  3. Kami berkomitmen melaksanakan pengarusutamaan moderasi beragama untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil alamin.
  4. Kami mendukung kebijakan pelestarian lingkungan hidup demi menjaga keseimbangan alam.

Pada hari terakhir kegiatan workshop, 22 April 2021, disepakati RTL yang meliputi 10 poin:

  1. Merancang Renstra PSGA PTKI
  2. Penguatan Gender Focal Point di kampus masing-masing
  3. Membuat buku profil gender di PTKI masing-masing
  4. Adanya buku panduan bimbingan perkawinan yang sensitif gender dari Kemenag Pusat dan SDM/penyuluh yang responsif gender
  5. Penguatan regulasi/instruksi dari Kemenag Pusat tentang anggaran 55 anggaran PSGA dari BOPTN
  6. Adanya Subdit PUG di Kemenag Pusat
  7. Adanya klaster gender mainstreaming di masing-masing PTKI
  8. Adanya KKN/KPM Tematik Gender
  9. Adanya Unit Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan KS di tiap-tiap PTKI
  10. Penguatan PSGA (capacity building) baik secara kelembagaan maupun SDM

Kegiatan Workshop Penguatan Akademik dan Advokasi PSGA Berbasis Covid-19 ditutup pada pukul 11.00 WIB, 22 April 2021. Dr. Mahrus el-Mawa, M.Ag. selaku fasilitator kegiatan workshop dari Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI secara resmi menutup kegiatan tersebut.

 

:: Admin LPPM ::

Berikut ini kami sediakan beberapa file materi workshop yang bisa diunduh oleh para pembaca:
PPT 1
PPT 2

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *