Menuju Penelitian yang Berkualitas dan Akuntabel, LPPM IAIN Ponorogo Adakan Webinar dan Sosialisasi Pedoman Penelitian Berbasis SBK

Oleh: Rangga Agnibaya

Hari Kamis yang lalu, LPPM IAIN Ponorogo mengadakan Webinar dan Sosialisasi Pedoman Penelitian Berbasis SBK Tahun Anggaran 2022. Webinar yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada civitas akademika di lingkungan IAIN Ponorogo tentang seluk-beluk penelitian SBK tersebut diikuti oleh hampir 100 peserta. Di antara peserta tersebut terdapat para peneliti yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Berbasis SBK Tahun Anggaran 2022 di IAIN Ponorogo.

Kegiatan yang dilangsungkan melalui media Zoom tersebut dibuka oleh Rektor IAIN Ponorogo, Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor memberikan motivasi kepada para peneliti agar terus melakukan penelitian karena terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi yang melekat pada setiap dosen. Selain sambutan oleh Rektor, webinar yang diinisisasi oleh Pusat Peneltian dan Penerbitan LPPM IAIN Ponorogo itu juga diawali dengan sambutan ketua LPPM, yakni Dr. Ahmadi, M. Ag.. “Para peneliti diharapkan melakukan tahapan-tahapan penelitian secara tertib dan baik, sebab hal tersebut merupakan implentasi dari slogan Research University.”, ucap Dr. Ahmadi, M. Ag. di dalam sambutannya.

Webinar dan sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama adalah Dr. Suwendi, M.Ag. yang menjabat sebagai Kasubdit Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) DIKTIS Kemenag.  Dalam pemaparannya ia menyampaikan bahwa penelitian berbasis SBK memberikan ruang yang luas kepada para peneliti untuk fokus kepada hal-hal yang lebih bersifat akademis. “Para peneliti tidak terlalu direpotkan oleh hal-hal yang di luar akademis, seperti bukti-bukti terkait keuangan. Mereka bisa fokus ke substansi penelitian.”. ucap Pria yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri untuk studi dan penelitian tersebut. “Penelitian SBK direkomendasikan oleh BPK dan Kemenkeu agar mutu penelitian lebih baik.”, tambahnya.

 

Pemateri kedua pada webinar tersebut adalah Drs. Muhsin, M.H. kepala SPI IAIN Ponorogo. Dalam paparannya, pria yang juga akrab disapa Kyai Muhsin ini menekankan kembali  keutamaan dari penelitian SBK. “Dengan penelitian berbasis SBK, peneliti lebih fokus pada poin-poin akademis di dalam penelitiannya.”, ujar salah satu tokoh yang sangat dihormati di lingkungan IAIN Ponorogo tersebut.

Pada sesi tanya jawab para peserta webinar berkesempatan untuk bertanya berbagai problem yang ada di dalam penelitian berbasis  SBK, mulai dari tahapan-tahapan, prosedur, sampai permasalahan pajak. Semua pertanyaan terjawab dengan baik dan memuaskan oleh kedua narasumber.

 

Webinar yang berlangsung tanggal 10 Maret 2022 itu memberi pencerahan dan pemahaman kepada setiap peserta. Banyak hal yang bisa dicatat dan dijadikan perenungan. Salah satunya adalah masukkan tentang tema penelitian yang tidak harus selalu hal-hal akademis semata, tapi juga bisa masuk ke dalam ranah kebijakan-kebijakan yang ada. Hal ini penting, agar sebuah penelitian menemukan signifikansinya dalam hal yang bersifat praktis dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.