Pelepasan Peserta KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama 2021

(28/6) Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LPPM) dibersamai oleh Rektor IAIN Ponorogo, Evi Muafiah, beserta jajarannya telah melaksanakan Pelepasan Peserta KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama tahun 2021 ke wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal): Kendari (M. Jauharul Arifin [ES] – Intan Brilyanti S [TIPA]), Palangka Raya (Safana Reih Tazkiya [PAI] – Yogi Aldias Zakariyah [PGMI]), dan Manado (Rangga Nurseta [IAT] – Linda Ayu Karisma [MPI] )—ke enam peserta akan diterbangkan ke masing-masing lokasi secara berurutan dalam pekan ini, berikut link pengumumannya: https://lppm.iainponorogo.ac.id/pengumuman-hasil-seleksi-akhir-peserta-kkn-kolaborasi-nusantara-moderasi-beragama-tahun-2021/.

Acara dimulai dengan beberapa klarifikasi dan informasi oleh Kapus Pengabdian Masyarakat, Arif Rahman Hakim, bahwa KKN spesial ini merupakan bagian dari proses penjaringan yang ketat karena masing-masing peserta yang lolos selain harus memenuhi persyaratan adminsitratif, juga harus mampu melalui tahapan tes wawancara yang dimonitoring langsung oleh tim LPPM. “kita, tim seleksi, sudah semaksimal mungkin menjaring enam mahasiswa dari 35 peserta berdasarkan indikator-indikator tidak hanya soal kualitas akademis, tapi juga aspek integritas lainnya, termasuk komunikasi dan kedisiplinan,” jawab Arif di sela-sela rapat.

Penyataan yang sama juga berasal dari ketua LPPM, Ahmadi, yang sangat mengapresiasi program ini sebagai media mewujudkan visi dan misi IAIN. Menurutnya, program KKN jalur khusus ini tentunya menuntut persiapan yang matang, dan harus memilih peserta yang benar-benar siap segalanya, “kami memberikan amanat kepada enam peserta ke daerah 3T yang dimaksud berdasarkan pertimbangan tidak hanya intelektual, namun juga motivasi-motivasi personal mereka yang memiliki titik temu dengan LPPM,” pungkasnya.

Sementara itu, Evi Muafiah, Ibu Rektor, mencoba melengkapi arahan LPPM, dengan memberi pesan bahwa KKN ini merupakan ajang mahasiswa untuk belajar bersinergi dengan dunia luar karena selama 45 hari di lapangan akan membawa tidak hanya nama baik secara individu, namun juga institusi. Oleh karena itu, berdasar pada tema besar Moderasi Beragama, peserta harus bersikap terbuka terhadap kenyataan-kenyataan baru yang akan dijumpai nantinya, “dan yang tidak kalah penting, prokes yang ketat harus ditaati oleh peserta,” tegasnya di akhir sambutan. Sementara itu, Linda salah satu perwakilan peserta perempuan, menyatakan bahwa akan merealisasikan semangatnya sebagai seorang knowledge transferer berbasis community-development di lapangan. Sedangkan Yogi, perwakilan peserta laki-laki, berharap dapat mengimplemtasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, dan dapat mengabdi sepenuh hati untuk bumi pertiwi.

Acara dipungkasi oleh doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Luthfi Hadi Aminuddin, dengan harapan agar proses pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara pada tahun 2021 ini mampu berjalan sesuai dengan target yang telah dirumuskan oleh tim LPPM sebelumnya, Allahumma Amin.[]

Reporter: Haidar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *