Site Loader
Jalan Pramuka no 156 Ponorogo

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan evaluasi program  pengabdian kepada masyarakat yang bermutu di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan  Islam pada pelaksanaan KKN Nusantara Daerah 3T (Terluar, Terdalam dan Tertinggal), Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada pekan yang lalu (08-10/04) telah mengadakan acara bernama “Workshop dan Koordinasi Pelaksanaan KKN pada PTKI” dengan mengundang berbagai perwakilan peserta dari Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia: selain kepanitiaan, acara ini terdiri dari 58 peserta yang masing-masing adalah Kapus Pengabdian kepada Masyarakat dari seluruh LPPM di PTKIN se-indonesia. Terkait ini, Ahmadi, Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponrogo menindaklanjutinya dengan mengirimkan delegasi, juga menyambutnya dengan penuh apresiasi, “saya akan mengirimkan anggota LPPM (Kapus Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Ponorogo) untuk menjadi peserta acara ini”, sebut Ahmadi di sela-sela kesibukannya.

Acara tersebut semula akan laksanakan pada pekan pertama bulan ini, namun karena kendala teknis dari panitia, akhirnya dilaksanakan pada pekan kedua dengan bertempat di Hotel Atria Gading Serpong, Jl. Gading Serpong Boulevard Gg. Kavling 2, Pakulonan Bar., Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten. “Meskipun ditunda, acara ini merupakan acara yang wajib diikuti sebagai sarana meningkatkan kapasitas LPPM dalam perannya sebagai lembaga yang bertanggungjawab pada kualitas tradisi akademik kampus kita,” tutur Arif Rahman Hakim, Kapus Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Ponorogo.

Terdapat rangkaian kegiatan yang cukup panjang dalam acara yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut. Hari pertama dimulai degan Registrasi dan Check in Panitia, kemudian dilanjutkan pada acara “Arah Pertemuan Pembekalan KKN Nusantara Daerah 3T” oleh Suwendi, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdirektorat Penelitian dan PKM. Dengan didampingi Abd. Basir, sebagai moderator, Suwendi mengatakan pentingnya pemahaman pelaksanaan KKN selain bagaimana bisa membantu dan mendampingi masyarakat dalam mengatasi problem-problem sosial dan ekonomi, juga penting untuk ditekankan pada pengembangan dan peningkatan sikap moderasi beragama antar pemeluk agama, “semangat problem-solver seperti ini merupakan hal harus diutamakan dalam pelaksanaan KKN nanti,” pungkas Suwendi di penghujung acara.

Acara selanjutnya adalah “Kebijakan dan Program Pengabdian kepada Masyarakat pada PTKI” yang dinarasumberi langsung oleh Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Suwendi sebagai pendamping narasumber memberi pengantar bahwa metode pengabdian masyarakat pada kegiatan KKN bisa menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), Asset Based Community Development (ABCD), Community-Based Participatory Research (CBPR), ataupun Sraight Line (SL). Lebih lanjut, Suyitno memproyeksikan metode-metode ini dapat dijadikan acuan dalam aktualisasi KKN di PTKIN nantinya.

Hari kedua, di tengah suasana Tangerang yang sibuk dan panasnya cuaca ibu kota, sebagai narasumber sesi pertama, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Pengabdian kepada Masyarakat, Abd. Basir, mencoba mengurai diskusi dalam tema “Membincang Desain Pelaksanaan Program  Kegiatan KKN Nusantara  Daerah 3T 2021”. Rangkaian acara dengan tema yang sama ini juga dinarasikan kembali oleh Mahrus (Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Penelitian dan Pengeloaan HKI), dan  Iwan Yusuf (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda pada Seksi Publikasi Ilmiah). Menurut ketiga narasumber, pelaksanaan program  kegiatan KKN Nusantara  daerah 3T 2021 menawarkan pada tiga daerah: akan dilaksanakan di daerah luar jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, “selain wilayah 3 T lainnya, Papua-lah yang layak menjadi urutan pertama pada hasil workshop ini,” pungkas Muh. Luthfi Ubaidillah, sebagai moderator, di sela-sela kesimpulan pada akhir acara.

Selanjutnya, rangkaian acara tersebut dipungkasi dengan sesi diskusi dan tanya-jawab bertema “Best Practices Temuan  Pengabdian kepada  Masyarakat Koordinator Kapus Pengabdian kepada  Masyarakat PTKIN se-Indonesia” yang didampingi oleh Iwan Yusuf, Pegembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda pada Seksi Publikasi Ilmiah Dirjen Pendis, “kita harus sambut baik kegiatan ini agar sinergi antar LPPM di PTKIN se-Indonesia dapat berjalan dengan sukses” tegas Iwan.

Sesi kedua dilanjutkan diskusi tentang ‘Kebijakan dan Sinergi Program Pembangunan di Daerah 3T” oleh Harlina Sulistyorini, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes RI. Didampingi Mahrus, Harlina menekankan kebijakan dan sinergi program pembangunan di Daerah 3T dapat dimulai dari kegiatan KKN dengan memilih beberapa metode untuk merealisasikannya, “kita bisa memilih ragam metode yang ada. Akan tetapi, yang terpenting adalah tujuan itu sendiri yaitu daerah 3T mampu diangkat kualitasnya “ tandas Harlina.

Sesi ketiga, sebagai acara pungkas di hari kedua, fokus membincang tema “Grand Desain KKN Nusantara Daerah 3T pada Ditjen Pendis” oleh Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Menurutnya, pilihan metode Participatory Action Research (PAR), Asset Based Community Development (ABCD), Community-Based Participatory Research (CBPR) dan Straight Line (SL), sebagaimana sudah didiskusikan pada acara sebelumnya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pun demikian, “kita tetap memprioritaskan agar daerah 3T diberi metode yang sesuai konteks daerahnya masing-masing,” ujar Ali Ramdhani.

Hari ketiga menjadi hari terakhir dari seluruh workhsop ini. Kegiatan hari ini sedikit berbeda dari sebelumnya karena lebih fokus pada rencana aktualiasasi atas beberapa tema workshop yang sudah diberikan. Sesi pertama dibuka dengan diskusi tema “Rencana Aksi Kapus Pengabdian untuk KKN Nusantara di PTKIN” oleh Para Kasi/Subkoordinator Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat, dan di akhiri dengan Rekomendasi dan Penutupan oleh Suwendi (Analis Keabijakan Ahli Madya pada  Subdirektorat Penelitian dan PKM).

Ditemui terpisah, Kapus Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Ponorogo, Arif Rahman Hakim, memberi kesimpulan bahwa semua rangkaian acara yang telah dijalani tersebut bermuara pada hal pokok yaitu bagaimana memformulasikan petunjuk teknis tentang pelaksanan KKN PTKIN 2021 ini dengan metode yang akan berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Kabar baiknya, LPPM IAIN Ponorogo telah membuka link pendaftaran di laman https://kpmonline.iainponorogo.ac.id“kami menamai kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan istilah KPM-DDR 2021 (Kegiatan Pengabdian Masyarakat Daring Dari Rumah) yang mana hari ini adalah hari pertama pendaftaran. Saya lihat antusiasme mahasiswa sangat tinggi dan patut kita fasilitasi dengan sebaik-baiknya agar prosesnya berjalan sesuai harapan,” pungkas Arif Rahman.

 

Reporter: Haidar

Post Author: admin

3 Replies to “Workshop dan Koordinasi Pelaksanaan KKN pada PTKI 2021 se-Indonesia: Peningkatan Kualitas dan Evaluasi Program Pengabdian Masyarakat”

  1. Assalammualaikum wr.wb bapak atau bu admin LPPM IAIN Ponorogo, perkenalkan saya salah satu dosen dari Univ Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, saya ingin menanyakan hasil dari workshop tersebut, untuk pelaksanaan KKN tahun 2021, ini dilakukan secara daring ataukah luring? mengingat SK dari Dirjen Pendis Kemenag belum terbit pada bulan April ini. terimakasih atas waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *